Untuk kali pertama aku merasakan jarak diantara kita. Menciptakan keraguan dan kerinduan yang belum tentu bisa terobati begitu saja.
Bukan menyalahkan Tuhan atau pun waktu yang berjalan. Hanya saja, keadaan tidak pernah seindah harapan. Terkadang indah dengan hanya menyebut nama nya saja. Namun, sesekali menitikkan air mata hanya karena bayangan yang tak pernah ada wujud nya.
Aku bukan peramal cinta, bukan juga jelmaan dari dewi cinta. Hanya seorang gadis kecil dengan paras yang biasa-biasa saja.
Terkadang ketika hujan itu turun, aku menganggapnya sebagai jelmaan dari Tuhan. Membasahi setiap kenangan dan pengharapan. Di sana, tersisa memori yang sempat hilang. Entahlah, aku tidak begitu jelas melihat nya. Sekilas saja. Yang jelas, ada cerita yang belum selesai. Bukan karena waktu, lagi-lagi keadaan yang mengharuskan nya untuk berpisah.
Kita bisa saja seperti itu. Berpisah lalu mengitari bola api di setiap pertemanan yang mungkin saja terjalin setelah perpisahan itu. Sulit, aku akui. Tetapi aku bersyukur, pertengkaran itu sama sekali tidak pernah memisahkan kita. Apapun alasan nya. Kita tetap bisa bersama sampai sekarang.
