Kamis, 22 Januari 2015

MATI

Dia murka.
Kita membangkang, bajingan, biadab.
Akan masuk pada lubang tak bernyawa.
Sempit dan belatung jadi tuan rumah.

Kafan, kamboja, nisan.
Lengkap sudah.
Tolong aku.

Tak sudi!

Darah, nanah, tulang lenyap pada zaman.
Mulut rakus belatung jadi tersangka.
Kecil nan besar.

Mati jadi jawaban.
Pada kita yang hina, busuk, tak bermoral.

Kamis, 15 Januari 2015

Ini tentang pertemuanku pertama kali sama dia. Gw pikir dia seprofesi sama gw, ternyata kagak. Setelah gw selidikin, eh ternyata beda dikit doank.

pertama kali ketemu dia, gw ngrasa seolah liat diri gw sendiri. cuek, jutek, tapi gw tau sebenernya dia baik.

Entah mengapa, Tuhan selalu mempertemukan kita 1x dalam kurun waktu 24 jam. semakin hari pertemuanku tidak hanya 1x. Akhir-akhir ini pertemuankku meningkat menjadi 2x dalam kurun waktu 24 jam. well, ketika itu gw melihat sosok suci di dalam tubuhnya. Lambat laun, sosok itu seperti diriku sendiri. dan anehnya perasaan suka ini berkembang menjadi perasaan takut. Gw sadar gw siapa, oleh sebabnya gw cuma bisa tersenyum liat dia. semoga Tuhan memberkatinya :').